Ahad, 26 Disember 2010

Maksud Sebenar I’m An Open Relationship di Facebook

Menurut pemerhatian saya, ramai diantara kita yang meletakkan I’m An Open Relationship sebagai status di Facebook tetapi berapa ramai yang tahu maksud sebenar status itu?

Dipetik daripada wikipedia:

An open relationship is a relationship in which the people involved agree that they want to be together, but in which romantic or sexual relationships with additional people are accepted, permitted or tolerated.

Yang bermaksud:

Open Relationship ialah sebuah hubungan di mana mereka yang terlibat setuju yang mereka mahu bersama, tapi di mana hubungan romantis dan seksual dengan kehadiran orang lain diterima, dibenarkan dan ditoleransi.

Dalam erti kata lain, orang yang meletakkan I’m An Open Relationship sebagai status mereka tidak kisah melakukan hubungan seksual dengan sesiapa pun. Maka adalah amat menyedihkan apabila kita sebagai umat Islam sendiri menggunakan status ini.

Sila sebarkan agar orang bukan Islam yang faham maksud sebalik Open Relationship tidak memandang remeh pada umat Islam.

Harap Maklum.

dipetik dari : Carigold Forum

7 Hal Penting untuk Diajarkan kepada Anak

Menjadi orangtua adalah hal yang paling penting di dunia, mengajarkan anak 7 hal penting ini akan membantu ia tumbuh besar, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab.

http://farm4.static.flickr.com/3640/3449454117_12253bc13d_z.jpg
gambar hiasan
1. Mencuci pakaian sendiri

Pada usia 12 tahun, anak sudah harus mampu mencuci pakaian sendiri. Ajar mereka bagaimana memilah pakaian, mencuci dengan tangan, mencuci dengan mesin cuci dan menjemur, dan menggosok dan melipat pakaiannya sendiri sampai rapi; hal ini juga penting selain ia mampu menggunakan komputer, internet dan main game online.

Jangan hanya memarahi anak yang sudah besar saat ia pulang dengan jeans dan pakaian yang kotor–mereka harus bertanggungjawab dan terlibat bagaimana mencuci jeans tersebut, bagaimana cara menghilangkan noda, tentu tidak semudah mencuci pakaian biasa.

2. Memasak yang sederhana

Ajar anak, baik lelaki maupun perempuan, cara memasak makanan sederhana. Karena manusia selalu perlu makan, keterampilan memasak pasti akan berguna kelak baginya bila tinggal jauh dari orangtua, untuk belajar maupun bekerja nantinya, atau saat ia membentuk keluarga baru dengan pasangannya. Dengan bisa masak sendiri, selain lebih hemat juga lebih sehat.

Mulailah dengan membiarkan anak merancang hendak makan apa hari ini, memberitahunya bahan-bahan masakan, belanja bersama dan biarkan ia memasak, dengan sedikit petunjuk dan bantuan anda. Ajak ia merapikan meja dan mencuci piring setelah makan. Pengalaman ini menyiapkan ia menjadi orang yang independen dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

3. Mempunyai Wang Saku Hasil Keringat Sendiri

Biarkan anak memiliki pekerjaan kecil yang tidak mengganggu waktu belajarnya, Seorang anak menghargai wang yang dihasilkannya sendiri dan belajar menggunakannya secara bijak.

Bila ia suka berjualan untuk menambah wang saku atau memberikan les privat pelajaran, atau dengan hobby yang ditekuninya dapat menghasilkan wang, atau misalkan ia membantu mencuci kereta sehingga papa tidak perlu ke bengkel lagi, memotong rumput dan menyiram bunga sehingga mama tidak perlu bantuan tukang kebun, hal ini juga boleh diberi wang saku tambahan untuk mereka.

Hal ini mengajarkan mereka tanggungjawab atas suatu pekerjaan dan mereka akan belajar standart kualiti untuk suatu pekerjaan, hasil baik dibayar baik, pelajaran memberi dan menerima.

4. Memilih teman yang baik

Pasangan pertama akan mempengaruhi seorang remaja untuk seluruh hidupnya. Itu bakal merupakan pengalaman positif atau negatif. Orangtua tidak dapat mengontrol secara detail hubungan pertemanan remaja, namun paling tidak orangtua dapat memberi contoh, untuk menghargai orang lain, toleransi pada pendapat berbeda, berpikiran terbuka dan easy-going.

Saat hubungan memburuk, orangtua harus suportif dan memberikan pengertian, jadi sebagai teman untuk curahan hati, jelaskan bahwa hal demikian adalah normal di usia mereka, dan merupakan pengalaman dari perjalanan hidup manusia.

5. Mengajarkan anak tentang Kesepakatan

Remaja harus memahami fakta bahwa kompromi (kesepakatan) adalah hal yang harus dilakukan, tidak boleh menuruti kemahuan sendiri (egois) dan memaksakan kehendak kepada orang lain. Misalnya, anak ingin pergi main basketball dan jalan-jalan ke mall bersama teman-temannya di akhir minggu, dan minta diantar ke rumah temannya itu.

Sedangkan anda juga ada rencana yang harus dilakukan, undangan pernikahan di malam hari yang harus dihadiri. Untuk mengakomodasi keperluan bersama, lakukan komunikasi untuk mencapai kesepakatan. Anda setuju untuk mengatarkan anak, namun si anak juga harus pulang tidak terlalu malam agar sudah di rumah sebelum anda pergi ke undangan pesta.

http://nuraiman.files.wordpress.com/2010/10/anak-soleh-3.jpg

6. Belajar etiket sosial dan penghargaan pada siapapun

Bekali anak dengan sopan santun dan etiket sosial. Anak mencerminkan kehidupan di rumah, jadi “pendidikan” terbaik dalam hal ini adalah pada orangtua, bagaimana mereka memperlakukan pasangannya, pembantu rumah tangga, dan orang-orang di luar rumah.

Contohnya, saat di restoran, saat makanan datang, dahulukan orang yang lebih tua untuk mengambil makanan terlebih dahulu (kakek/nenek/orangtua), anak-anak jangan berisik atau berteriak di tempat umum karena bisa menggangu ketenangan orang lain. Saat ada yang mengirimkan hadiah ulang tahun, jangan lupa menelepon atau mengucapkan terima kasih.

Saat mengunjungi teman atau bertamu, harus berpakaian rapi dan sopan, atau membawa sedikit buah tangan, apalagi bila diundang makan/pesta, hargai bantuan orang dengan rasa terima kasih dan jangan melupakan balas budi, hargai orang-orang di sekitar kita seperti cleaning service, pembantu dan lainnya dengan respek yang setara.

7. Belajar berkawan dan memiliki komunikasi yang baik

Seseorang yang terlalu pendiam dan penyendiri, malas berkawan akan merasa tersisih. Bentuklah anak menjadi pribadi yang ramah, riang, terbuka dan selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu, toleransi terhadap perbedaan dan menjadi orang yang dapat dipercaya, mampu memaafkan dan rendah hati.

Khamis, 16 Disember 2010

Tiba-tiba hati menjadi resah...~ Allahu Robbi...

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjndlneqqwC1OeeEam-T3PlCP9SJUCm_gmy_mYqC_2-PR7PMd_7en8Qaw-ovrzRUuWC0NHTRxvCKPbEO8YwUTwFXO0pqfQHqFeX9VHicclcGnUj2Xp4wARHtOCUNsdpDgEwXLcLcc5wEgRu/s1600/sujud-21.jpg

Maka hamba-Mu yang kerdil ini
mengalunkan nada kerinduan
kepada-Mu Khaliq segalanya
dari tujuh lapis langit tujuh lapis bumi
Dan segalanya yang ada di dalamnya

Terlalu lama rindu ini tertangguh
Di bumi pasrah roh diri mengucap aib
Mencari tatapan keikhlasan
Menghimpu kekhusyukkan
Teduhan munajat di punca peribadi diri

Tulus sabda dari dakapan wahyu-Mu
Hembusan pawana menyampaikan firman-Mu
Melalui lidah kekasih-Mu
Ya Habib Robbal alamin

Alunan syahdu zikir bertaburan di bumi
Di hujung lidah-lidah para hamba-Mu
Dan mencatat kesedihan menyelusuri sukma
Gementar seluruhnya meresap segenap saraf

Ya Robbal alamin
Alunan zikir kebenaran-Mu
Dalam pengucapan gementar

Bagaimana penghadapan kami nanti
Di mahkamah mahsyar Mu
Sedangkan diri ketika hayat
Menghimpun kemurkaan Mu

Di bumi pasrah ini
Dalam terketar-ketar sujud menghadap Mu
Menghimpun kembali kasih dan rindu
Untuk membenihkan cinta di dalam khusyuk
Seperti mana air mata rindu
Lisbasyul anbiya' dan para sahabat
Melimpah menghimpun rasa insaf
Dan seperti kami juga
Menghimpun pengharapan

Di benak ini alunan nada rindu
Membasahi taman hati dalam renjisan
Wangian haruman semerbak umpama kasturi

Kehidupan duniawi penuh onak dan duri
Ramai insan masih tidak sedarkan diri
penuh anugerah nikmat yang Maha Esa
Namun demikian mudah menjadi lupa
Di ukhrawi suatu destinasi abadi.


Rabu, 15 Disember 2010

MANHAL : Menjawab Kenyataan Datuk Dr. Fadzilah Kamsah.

Merujuk kepada halaman 6, Harian Metro pada hari Sabtu bertarikh 11 Disember 2010 (link), satu isu telah dipaparkan berkenaan penyelesaian yang dikemukan oleh Datuk Dr. Fadzilah Kamsah kepada seorang wanita yang bekerja sebagai GRO. Wanita yang sedang sarat mengandung itu mengadu tentang dirinya yang tidak mempunyai sumber pencarian rezeki melainkan dengan melacur. Penyelesaian yang diberikan oleh beliau ialah dengan membenarkan wanita tersebut meneruskan kegiatan melacur untuk menyara kos sara hidup setelah bersalin dalam keadaan dia mestilah merasakan tidak redha terhadap perbuatan yang dilakukan sebelum berada dalam keadaan selesa untuk berpindah kepada pekerjaan yang lain.

Dalam perbincangan ini, pihak MANHAL PMRAM ingin mengetengahkan beberapa tumpuan utama yang akan dibahaskan. Perkara tersebut ialah :

• Bahaya mendekati zin.
• Dharurat menurut pandangan agama.
• Penyelesaian alternatif kepada masalah.

Bahaya Mendekati Zina


Firman Allah S.W.T. dalam Surah Al-Isra’ ayat ke-32 :


32. dan janganlah kamu menghampiri zina, Sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan Yang keji dan satu jalan Yang jahat (yang membawa kerosakan).

Hadith Nabi S.A.W. melalui Riwayat Imam Bukhari :


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزْنِي الْعَبْدُ حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَقْتُلُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ قَالَ عِكْرِمَةُ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ كَيْفَ يُنْزَعُ الْإِيمَانُ مِنْهُ قَالَ هَكَذَا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ ثُمَّ أَخْرَجَهَا فَإِنْ تَابَ عَادَ إِلَيْهِ هَكَذَا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Maksudnya : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Yusuf Telah mengabarkan kepada kami Al Fudhail bin Ghazwan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah berzina seorang hamba yang berzina ketika ia berzina dalam keadaan beriman, dan tidaklah mencuri ketika ia mencuri dalam keadaan beriman, tidaklah ia meminum khamr ketika meminumnya dan ia dalam keadaan beriman, dan tidaklah dia membunuh sedang dia dalam keadaan beriman." Kata Ikrimah, saya bertanya kepada 'Ibnu 'Abbas; 'bagaimana iman bisa dicabut padanya? ' ia menjawab; 'begini', sambil menjalinkan jari-jemarinya, kemudian ia keluarkan, 'maka jika ia bertaubat, iman itu kembali kepadanya, ' sambil ia menjalin jari jemarinya. (Hadith ke-6311)

Berdasarkan kepada ayat Al-Quran dan hadith nabi S.A.W. di atas, ia jelas menunjukkan kepada kita bahawa zina diharamkan di dalam Islam. Allah S.W.T. mengarahkan kepada umat Islam supaya tidak menghampiri zina, apatah lagi terjebak di dalamnya dengan cara menjauhkan diri daripada unsur-unsur yang membawa kepada maksiat ini. Beberapa perkara disebutkan oleh para ulama’ sebagai punca ke arah berlakunya zina, iaitu :

1. Pandangan mata.
2. Berdua-duan dengan lelaki / wanita bukan mahram.
3. Percampuran antara lelaki dan wanita (pergaulan bebas).
4. Berhias-hias dan memperagakan kecantikan.
5. Memakai wangi-wangian dan melunakkan suara.

Perbuatan yang disebutkan ini merupakan permulaan kepada maksiat yang lebih besar iaitu zina. Hal ini disebabkan Islam mengajar umatnya menjaga lima perkara : agama, akal, diri, keturunan, dan harta. Allah S.W.T turut menyebutkan balasan perbuatan ini dalam ayat 68 dan 69, Surah Al-Furqaan :


68. dan juga mereka Yang tidak menyembah sesuatu Yang lain bersama-sama Allah, dan tidak membunuh jiwa Yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali Dengan jalan Yang hak (yang dibenarkan oleh syarak), dan tidak pula berzina; dan sesiapa melakukan Yang demikian, akan mendapat balasan dosanya;
69. akan digandakan baginya azab seksa pada hari kiamat, dan ia pula akan kekal di Dalam azab itu Dengan menerima kehinaan, -


Zina merupakan salah satu dosa besar dalam Islam disebabkan balasan dan siksaan pedih yang menimpa mereka yang melakukannya diceritakan di dalam Al-Quran dan hadith Nabi S.A.W. Baginda menerangkan kepada kita dalam hadith di atas bahawa mereka yang mencuri, minum arak dan berzina tidak akan melakukannya dalam keadaan dia beriman. Seolah-olah gambaran perkara-perkara ini adalah suatu tembok pemisah antara keimanan dan kekufuran. Na’uzubillah min zalik.

• Balasan penzina : Firman Allah S.W.T. dalam Surah An-Nuur ayat ke-2 :



2. perempuan Yang berzina dan lelaki Yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya Dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa Yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang Yang beriman.

Hukuman ini dikenakan kepada mereka yang belum berkahwin manakala bagi mereka yang telah berkahwin akan direjam berdasarkan kepada hadith sahih Nabi S.A.W. yang menceritakan perbuatan rejam baginda kepada Ma’iz dan Al-Ghamidiah. Tetapi bagi mereka yang telah sedar dan ingin bertaubat perlulah segera menjauhi perbuatan ini agar tidak mendapat laknat dan kemurkaan daripada Allah S.W.T jika mereka tetap meneruskannya. Keadaan ini disebutkan dalam hadith Nabi S.A.W. :


حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

Maksudnya : Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dan Abu Muawiyah dari al-A'masy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga orang yang mana Allah tidak mengajak mereka berbicara pada hari kiamat, dan tidak mensucikan mereka." Abu Mu'awiyah menyebutkan, "Dan tidak melihat kepada mereka. Dan mereka mendapatkan siksa yang pedih: yaitu orang tua yang pezina, pemimpin yang pendusta, dan orang miskin yang sombong." (Hadith ke-156 riwayat Imam Muslim)


Dharurat Menurut Pandangan Agama

Sesetengah golongan pernah cuba mengaitkan keharusan zina dengan dharurat yang menimpa seseorang. Mereka mengatakan dalam keadaan dharurat individu berkenaan dibenarkan melakukan maksiat dengan melihat kepada kaedah umum الضرورات تبيح المحظورات yang bermaksud (Dharurat Itu Mengharuskan Perkara-Perkara Haram). Contohnya seorang lelaki yang kebuluran di dalam hutan dibenarkan untuk memakan khinzir yang berada di hadapannya setelah tidak menemui sebarang makanan dengan syarat bahagian yang dimakan itu hanya sekadar mampu memberikannya tenaga.


Namun, para ulama’ meletakkan garis panduan kepada kita dalam memahami erti dharurat yang sebenarnya :

1. Dharurat ini tidak dapat dibendung dan ditakuti akan membinasakan diri atau anggota badan.
2. Keadaan ini membolehkan perkara haram dilakukan untuk menjaga nyawa individu yang berada dalan keadaan dharurat samada dengan cara memakannya atau menjadikannya ubat.
3. Situasi dharurat tidak mempunyai kaitan dengan maksiat (zina, mencuri dan sebagainya) seperti yang telah disebutkan oleh jumhur ulama’, Ibnu Al-‘Arabi dan sebagainya. (seperti contoh : tidak boleh mengatakan diharuskan berzina / mencuri disebabkan dharurat)
4. Orang yang berada dalam keadaan dharurat tidak mendapati jalan lain untuk menolak kemudharatan yang dihadapinya.

5. Melakukan perkara haram (selepas dharurat) hanya sekadar boleh mengelakkan sesuatu tidak baik berlaku (maksudnya jangan berlebih-lebih).
6. Pasti dalam dirinya bahawa jika dia tidak mengambil sesuatu yang haram untuk menyelamatkan dirinya dia akan kehilangan nyawa atau anggota badan.
7. Pasti bahawa dirinya tidak mengambil bahagian saudaranya yang lain yang juga berada dalam keadaan dharurat.
8. Keburukan jika tidak mengambil perkara yang haram tadi lebih besar daripada keburukan yang bakal menimpa jika dia melakukannya (mengambil yang haram).

Oleh itu, perkara ini tidak boleh diambil mudah kerana ia berkaitan dengan keharusan yang Allah berikan sebagai ganti dalam menjaga salah satu daripada lima perkara asas anjuran agama yang telah disebutkan sebelum ini. Jika tidak, keharusan ini akan bertukar menjadi haram dan si pembuatnya terus berada dalam keadaan berdosa.

Penyelesaian Alternatif Kepada Masalah

Setelah melihat kepada pandangan agama dan situasi yang berlaku, pihak kami mengemukakan beberapa cadangan penyelesaian masalah :

1. Optimis terhadap pengampunan dan rahmat Allah S.W.T.

Allah S.W.T sangat belas kasihan kepada hambanya, mengampunkan kesalahan mereka dan menerima taubat. Firman Allah S.W.T. dalam Surah Al-Imran ayat ke-133 :


133. dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal Yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (mendapat) syurga Yang bidangnya seluas Segala langit dan bumi, Yang disediakan bagi orang-orang Yang bertaqwa;

Sesuatu maksiat yang dilakukan perlu dihapuskan melalui taubat kepada Allah S.W.T. dengan sebenar-benar taubat (taubat nasuha). Antara syarat bagi taubat ini diterima ialah :

1. Menyesal di atas perbuatan dosa yang telah lalu.
2. Menyucikan diri daripada dosa iaitu memohon pengampunan daripada Allah S.W.T.
3. Berazam tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
4. Jika kesalahannya itu melibatkan pengambilan harta orang lain maka ia perlu dipulangkan.

Selain itu, hadith Nabi S.A.W. pernah menceritakan perihal taubat :

Dari Abu Musa Al-Asy’ari -radhiallahu anhu- dari Nabi -alaihishshalatu wassalam- beliau bersabda :

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Maksudnya : “Allah -Azza wa Jalla- akan senantiasa membuka lebar-lebar tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada siang hari dan Allah senantiasa akan membuka tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa pada malam hari, dan yang demikian terus berlaku hingga matahari terbit dari barat.” (Hadith riwayat Imam Muslim no. 2760)

Seorang manusia perlulah senitiasa optimis kepada Allah S.W.T. dalam semua perkara kebaikan yang dilakukan. Begitu juga dengan taubat, walau sebesar mana dosa yang dilakukan ingatlah bahawa Allah S.W.T. maha pengampun lagi penerima taubat. Firman Allah S.W.T. dalam Surah At-Tahriim ayat ke-8 :


8. Wahai orang-orang Yang beriman! bertaubatlah kamu kepada Allah Dengan " taubat Nasuha", Mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke Dalam syurga Yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, pada hari Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang Yang beriman bersama-sama dengannya; cahaya (iman dan amal soleh) mereka, bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (semasa mereka berjalan); mereka berkata (ketika orang-orang munafik meraba-raba Dalam gelap-gelita): "Wahai Tuhan kami! sempurnakanlah bagi Kami cahaya kami, dan Limpahkanlah keampunan kepada kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu".

Walaupun hukuman di dunia tidak dijalankan, si pembuat dosa perlulah bertaubat dengan penuh kesungguhan kepada Allah S.W.T. agar diampunkan kesalahan yang telah dilakukan. Insha Allah, Dia sangat pengasih dan menerima taubat hambanya.

2. Mengikut jalan penyelesaian yang tidak bertentangan dengan syara’


Dalam pecahan ini, setiap manusia diajar supaya tidak mengikut suruhan manusia lain yang mengajak ke arah maksiat. Hal ini pernah disebutkan dalam hadith Nabi S.A.W. :

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ صَبَّاحٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ حَقٌّ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِالْمَعْصِيَةِ فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ

Maksudnya : Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah berkata telah bercerita kepadaku Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepadaku Muhammad bin Shobbah telah bercerita kepada kami Isma'il bin Zakariya' dari 'Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mendengar dan taat adalah haq (kewajiban) selama tidak diperintah berbuat maksiat. Apabila diperintah berbuat maksiat maka tidak boleh untuk mendengar dan taat". (Hadith ke-2735 riwayat Imam Bukhari)

Allah S.W.T. sangat luas rahmatNya, iaitu dengan membenarkan perkara haram itu diambil sebagai ganti kepada dharurat yang berlaku. Jika tidak, kebinasaan akan menimpa diri dan anggota individu ini. Namun, satu perkara yang perlu diambil perhatian ialah konsep memahami pengertian dharurat dan syarat-syaratnya (seperti yang telah dijelaskan sebelum ini), apabila meletakkan bahawa ia tidak mempunyai ikatan dengan maksiat dan tidak ada alternatif lain dalam menyelesaikannya.
Maka jika ia merupakan saranan daripada seseorang dengan di sana masih terdapat jalan lain untuk digunakan (rujuk kepada perbahasan dharurat pada perbincangan sebelumnya), arahan tersebut tidak boleh dipatuhi. Inilah kaedah yang digunakan oleh para ulama’ pada zaman dahulu dan sekarang.

Persoalan : Kalaulah maksiat tidak dibenarkan untuk diikuti dalam keadaan dharurat, bagaimana pula dengan memakan khinzir dalam keadaan dharurat?Adakah dengan memakannya itu tidak dikira sebagai maksiat?

Jawapan : Perkara tersebut hendaklah dilihat kepada syarat dan ketetapan dharurat pada perbahasan lalu, iaitu jika ia tidak melakukannya maka perkara ini boleh membawa kepada kebinasaan pada diri dan anggota. Dalam masa yang sama, tidak ada cara penyelesaian lain dalam mengatasi masalah ini. Selain itu, keburukan yang diterima setelah melakukan perkara itu (memakan daging khinzir seperti contoh) lebih kecil jika dibandingkan dengan kebinasaan nyawa atau anggota jika dia tidak mengambilnya, maka perkara tersebut dimaafkan.

Berbeza dengan kes ini, kebinasaan yang bakal diterima lebih besar jika ia dilakukan iaitu mendapat balasan di dunia dan akhirat seperti yang telah disebutkan dalam ayat Al-Quran dan hadith Nabi S.A.W. Tambahan pula, pada zaman sekarang masih terdapat banyak lapangan yang boleh diisi sebagai ganti kepada mata pencarian hidup, maka keadaan dharurat dalam situasi ini tertolak.

3. Memohon bantuan daripada kenalan atau pihak berwajib


Islam mengajarkan umatnya supaya saling bantu-membantu antara satu sama lain dalam perkara kebaikan. Firman Allah S.W.T. dalam Surah Al-Maidah ayat ke-2 :


Maksudnya : …dan hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertaqwa, dan janganlah kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa (maksiat) dan pencerobohan. dan bertaqwalah kepada Allah, kerana Sesungguhnya Allah Maha berat azab seksaNya (bagi sesiapa Yang melanggar perintahNya).

Dalam kes ini, individu berkenaan boleh memohon bantuan kepada kenalan atau pihak berwajib dalam meringankan bebannya. Contohnya, setelah melahirkan anak, dia boleh meminta bantuan kepada mereka yang amanah dan bertanggungjawab untuk menjaga anak tadi apabila berpergian mencari rezeki yang halal bagi menampung kos sara hidup keduanya.

Tetapi, yang paling penting si ibu tetap bertanggungjawab kepada anaknya (maksudnya tidak boleh meninggalkan anaknya bersama dengan penjaga tadi lalu menghilangkan diri). Setelah dirasakan dirinya telah stabil untuk meneruskan kehidupan, anak yang dijaga tadi bolehlah terus diseerahkan ke pangkuannya dan dibesarkan menurut panduan agama Islam.

4. Mencari sumber pencarian yang halal, dalam hadith Nabi S.A.W. ada menceritakan :

عن أبي عبدالله النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إن الحلال بيّن والحرام بيّن ، وبينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس ، فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه ، ومن وقع في الشبهات فقد وقع في الحرام ، كالراعي يرعى حول الحمى يوشك أن يرتع فيه ، ألا وأن لكل ملك حمى ، ألا وإن حمى الله محارمه ، إلا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله ، ألا وهي القلب - رواه البخاري و مسلم

Daripada Abu Abdullah an-Nu’man bin Basyir r.a katanya:”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :”Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram(itupun) jelas dan di antara kedua-duanya (terdapat)perkara-perkara yang syubhat, ramai di kalangan manusia tidak mengetahuinya .Sesiapa yang menjaga dirinya daripada perkara syubhat ,(maka) dia telah membersihkan agama dan kehormatannya .Dan sesiapa yang terjatuh ke dalam perkara-perkara yang syubhat , dia akan jatuh kepada perkara yang haram.Seperti pengembala yang mengembala di sekitar kawasan larangan ,dibimbangi gembalaannya akan meragut makanan di dalam nya .Ketahuilah sesungguhnya bagi setiap raja itu ada kawasan larangan dan kawasan larangan Allah ialah perkara-perkara yang diharamkannya .Ketahuilah bahawa di dalam jasad manusia ada seketul daging , apabila ia baik , maka baiklah seluruh jasadnya .Apabila ia rosak , rosaklah seluruh jasadnya , ketahuilah bahawa seketul daging itu adalah hati. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)

Dewasa ini, kita melihat pelbagai kemahiran dan bidang telah diterajui manusia dalam banyak aspek. Tambahan pula, kebanyakan daripadanya telah dikomersialkan menjadi suatu bentuk perniagaan yang boleh mendatangkan keuntungan. Namun Islam mengajar kepada umatnya supaya bijak memilih bidang dalam mendapatkan sumber pencarian hidup yang diredhai Allah S.W.T.

Berbalik kepada keadaan yang berlaku, pekerjaan GRO bukanlah suatu jalan terbaik dalam mendapatkan sumber rezeki. Sedangkan masih banyak lagi pekerjaan lain yang boleh dilakukan bagi menampung perbelanjaan hariannya. Bahkan jika jalan ini dipilih maka ia telah mengundang kemurkaan dan azab Allah S.W.T. Disebutkan dalam hadith Nabi S.A.W. :

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَنْبَأَنَا شَرِيكٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَعَنَ اللَّهُ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَكَاتِبَهُ قَالَ وَقَالَ مَا ظَهَرَ فِي قَوْمٍ الرِّبَا وَالزِّنَا إِلَّا أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عِقَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Maksudnya : Telah meneritakan kepada kami Hajjaj telah memberitakan kepada kami Syarik dari Simak dari Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud dari ayahnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah melaknat pemakan riba, yang memberi makan, para saksi dan penulisnya." Ia berkata; Beliau juga bersabda: "Tidaklah nampak pada suatu kaum riba dan perzinaan melainkan mereka telah menghalalkan bagi mereka mendapatkan siksa Allah Azza wa Jalla." (Hadith ke-3618 riwayat Imam Ahmad)


Kesimpulan : Tidak dinafikan bahawa nasihat dan bimbingan itu perlu bagi merubah diri seseorang namun biarlah ia diberikan mengikut landasan syara’. Jika perkara ini masih mendatangkan kekaburan dan kesamaran, ia boleh dirujuk kepada mereka yang lebih mengeahui tanpa memberikan penyelesaian mengikut hawa nafsu. Kepada mereka yang pernah mengalami situasi ini bolehlah menyampaikannya kepada pihak berkenaan dalam usaha menegakkan yang maaruf dan mencegah yang munkar.

Akhir kata, pihak MANHAL PMRAM berharap agar permohonan maaf secara terbuka dan penjelasan semula dapat dibuat oleh pihak Dr. Fadzilah Kamsah berhubung pernyataan yang telah dikeluarkan. Semoga kita mendapat rahmat dan perlindungan daripada Allah S.W.T.


Rujukan :

1. Al-Quraan Al-Karim.
2. Sahih Al-Bukhari, karangan Muhammad Ibn Ismail Ibn Ibrahim Ibn al-Mughirah Ibn Bardizbah al-Bukhari.
3. Shahih Muslim karangan Abul Husayn Muslim ibn al-Hajjaj Qushayri al-Nisaburi.
4. Musnad Imam Ahmad karangan Imam Ahmad ibn Hanbal
5. Wala Taqrabu Az-Zina, karangan Muhammad Abdul Aziz Al-Hallawi.
6. Asbab Halak Al-Umam Wa Sunnatullah fil Qaum Al-Mujrimin Wal Munaharifin, karangan Syeikh Abdullah At-Talidi.
7. Qadhaya Fiqhiah Mu’asirah (Universiti Al-Azhar), karangan pensyarah-pensyarah Bahagian Fiqh Al-Muqaran, Universiti Al-Azhar.
8. Baina As-Sa'il Wal Faqih, karangan Dr. Muhammad Bakr Ismail.


Disediakan oleh,
Muhammad Hanif Jamaluddin,
Pemangku Pengerusi Felo MANHAL PMRAM.
MANHAL

Ahad, 12 Disember 2010

Ayuh !!! Jangan Kita berdiam, Usah Lenyapkan Sensitiviti Ke Atas ARMA...

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs603.ash2/155564_180358798657747_100000508851984_582791_7710802_n.jpg

Isu ARMA yang masih diperjuangkan sehingga kini merupakan isu mengenai dengan hak. Ia bukan semata-mata isu menagih simpati di kalangan ahli. Perjuangan yang didokongi abang-abang lama mesti dipertahankan dan dibuktikan kesungguhan perjuangan kita dengan mendapatkan kembali tempat iaitu di anjung ARMA sebagai pejabat tempat beroperasi PMRAM.


Sudah berulang kali isu ARMA ini dilaungkan, namun sensitivti ke atasnya masih kurang dan suram, tidak seperti yang diharapkan. Suasana kebangkitan ahli sebagaimana pada tahun PMRAM mahu diusir daripada ARMA masih belum dapat dirasai kini. Bahkan bahangnya turut tidak dirasai.

Isu ini hanya diperjuangkan oleh segelintir sahaja di kalangan mereka yang benar-benar memahami perjuangan PMRAM selama 80 tahun ini. Bahkan semakin ramai yang membisu walaupun fakta berkenaan dengan ARMA cuba diselewengkan di hadapan mata.

Usah mendabik dada mengatakan kita ahli PMRAM yang mendokongi PMRAM sekiranya isu ARMA tidak dijayakan bersama-sama. Ahli PMRAM semuanya mesti menjayakan menghangatkan kembali suasana cakna dan prihatin ke atas isu ARMA dengan sepenuhnya sebelum ARMA dapat digenggam kembali.

Kini suasana PMRAM di ARMA langsung tiada walau sekali. Sudah bertahun-tahun ARMA semakin menyepi dan jauh daripada kesatuan PMRAM yang merupakan persatuan induk dan gerakan mahasiswa Islam di bumi Mesir ini.

ARMA sebenarnya masih menanti kembalinya semangat 65 sukarelawan terdahulu dan suara yang lantang dalam memperjuangkan isu ini untuk bangkit bersama-sama. ARMA pasti lemah dan tidak berharga tanpa kehadiran mahasiswa/wi Islam yang membawa imej PMRAM. Bertahun-tahun ARMA suram ekoran aura PMRAM yang tidak kelihatan.

Tidak pasti mana kurangnya dan apa lemahnya sehinggakan isu kini yang dahulu hangat diperjuangkan kini semakin suram. Ayuh, hangatkan kembali isu ini di bibir-bibir mahasiswa/wi Islam dan di dada-dada laman maya masing-masing. Usah lenyapkan sensitiviti ke atas ARMA.

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1186.snc4/150851_180347045325589_100000508851984_582761_2770385_n.jpg

PMRAM

Sabtu, 11 Disember 2010

Jerat kata-kata "Wanita jangan jadi BIMBO".

Apa itu bimbo? Mungkin ada yang biasa mendengarnya dan saya percaya jarang yang mendengar istilah ini.Kenapa saya menasihati kaum wanita supaya tidak menjadi bimbo?Ini kerana saya melihat semakin ramai di antara mereka menjadi bimbo tanpa mereka sedari.Ini bahaya kerana jika tidak diperingati pasti mereka akan terus hanyut dan lupa diri.Bimbo merujuk kepada wanita cantik dan menarik tetapi rendah tahap kebijaksanaan atau pendidikannya.

Sebenarnya perkataan bimbo merupakan istilah yang diambil daripada Bahasa Inggeris yang ditujukan khas kepada kaum lelaki.Namun begitu, dengan situasi sekarang ia lebih sesuai digunakan kepada kaum wanita sehinggakan terbit istilah male bimbo apabila digunakan kepada lelaki.Wanita mudah lemah dengan pujian.Apabila dipuji, pasti jantung mereka berdebar kencang, lebih-lebih lagi apabila pujian tersebut daripada insan berlainan jantina.

Kerana itulah jangan terkejut jika mendengar cerita wanita mudah menyerahkan diri kepada lelaki yang baru mereka kenali. Ini adalah kerana mereka bimbo."Ala, bukan semua wanita macam tu".Ya, benar. Mungkin sekali puji tidak terasa namun apabila berkali-kali pasti akan berbunga-bunga hati mereka dan akhirnya menyerahkan diri kepada pemberi pujian.Bimbo biasanya terjadi kepada remaja di bangku sekolah.

http://api.ning.com/files/ue64vjw-9pxy2SsZLUL2JmAGSmLWBSepDqnU2-C1aUg9BjFEo6MHo5UGOo2RTiCRX0KOzL9qXAoDAb5cEIrdnFRMkb9VsW4i/Muslimah.jpg

Lihatlah kes pelajar sekolah yang lari mengikut lelaki. Entah berapa banyak kes seperti ini berlaku di negara kita.Kes ini tidak hanya berlaku di kalangan remaja mentah namun turut melanda mahasiswi universiti dan lepasan universiti.Mereka sanggup meninggalkan keluarga semata-mata mengikut lelaki yang tidak dikenali.Kerana apa?Kerana mereka adalah bimbo. Mudah terpengaruh dengan pujuk rayu lelaki.

Bagi pasangan couple, kebimboan mereka jelas apabila mereka mula merelakan tangan mereka dipegang oleh lelaki.Ingatlah wahai wanita, berpegangan tangan itu permulaan untuk menjerat dirimu.Jika dulu, kamu dilihat keras menahan diri dari disentuh, namun apabila tangan kamu sudah berjaya dipegang, adegan yang lebih mesra lainnya pula bakal menyusul.Berhati-hatilah kerana jika benar lelaki itu menghormati kamu, pasti tidak akan sanggup dia menyentuh kamu sebelum kamu menjadi halal untuknya.

Lelaki tidak memerlukan rupa untuk memikat wanita.Lelaki hanya memerlukan kata-kata manis untuk mendapatkannya. Maka tidak hairanlah jika anda melihat seorang perempuan cantik tetapi berpasangan dengan lelaki yang kurang menarik.Kenapa? Kerana mereka bimbo.Tengok saja wanita-wanita yang diperdayakan oleh lelaki luar.

Mereka bagaikan disihir dengan kata-kata pujian tanpa menyedari ia hanyalah jerat semata.Kita selalu pelik. Jangan pelik kerana mereka pandai bermain kata-kata dan mengambil kesempatan di atas kelemahan wanita.Wanita jangan jadi bimbo. Mudah terpedaya dengan pujian lelaki.Walaupun berpengajian tinggi, kadang-kadang mereka tetap menjadi bimbo kerana tahap kecerdikan rendah atau mudah tertipu dengan manisnya mulut lelaki.

Justeru, berhati-hatilah dengan lelaki yang memuji anda termasuklah boyfriend anda (kecuali dia adalah suami anda).Jangan mudah tergoda dan perasan apabila dipuji. Lelaki yang bukan suami anda tetapi suka memuji anda, sebenarnya suka juga memuji wanita lain.Jangan tertipu dengan sifat lelaki yang sememangnya gemar memuji untuk memikat.Berbeza dengan lelaki, mereka tidak memerlukan pujian wanita untuk menyatakan mereka kacak. Lelaki lebih tertarik kepada rupa wanita berbanding pujian.Mereka lebih tertarik dengan wanita yang cantik berbanding yang kurang cantik walaupun yang kurang cantik suka memuji.

Bagi wanita pula mereka lebih suka pujian dari lelaki walaupun lelaki itu tidak menarik.Oleh sebab itu saya katakan lelaki tidak memerlukan rupa untuk memikat wanita.Sebaliknya mereka hanya memerlukan kemahiran menyusun kata untuk mendapatkan wanita.Maaf jika saya dilihat seperti menghina wanita. Tidak terlintas di hati saya untuk menghina bahkan hanya untuk memberi ingatan dan pesanan.Juga untuk menyedarkan wanita lebih-lebih lagi muslimah supaya jangan merendahkan martabat anda.

Saya tahu ia agak sukar kerana sememangnya fitrah wanita yang berjiwa lembut dan lemah dengan pujian.Terutamanya bagi remaja kerana mereka amat dahagakan pujian.Terutamanya jika mereka mempunyai pasangan, pasti selalu inginkan pujian darinya.Sebagai contoh. cuba bayangkan seorang lelaki memuji anda "awak cantiklah". Pasti hati berbunga-bunga riang, lebih-lebih lagi jika diselangi dengan madah bermadu kasih, lemah seluruh sendi.

Hati wanita dicipta dengan kelembutan. Oleh sebab itu mereka mudah termakan pujian.Hati mereka dipenuhi dengan kasih sayang, disebabkan itu mereka terlalu mudah mempercayai dan menyerah diri kepada lelaki.Jika kita lihat wanita yang berdampingan rapat dan berkasih sayang (lillahi taa'la) dengan rakan-rakan jemaah atau usrah mereka (sesama wanita), jarang terlibat dengan masalah berpasangan dengan lelaki kerana hati mereka sudah diisi dengan sifat tersebut.Namun apabila hubungan mereka renggang atau berlaku sedikit krisis, mereka lebih mudah tertarik dengan lelaki untuk mengisi lompong kasih sayang itu.Oleh itu, wanita perlu lebih berhati-hati dengan pujian daripada lelaki. Jangan mudah menyerah dengan hanya sedikit pujian.

Nilailah pujian berdasarkan mata hati, bukan mempercayai membuta tuli.Akibatnya lebih kepada merendahkan maruah diri. Usah menjadi bimbo, sebaliknya nilailah sesuatu pujian secara matang.

sumber

Jumaat, 10 Disember 2010

Adik Sofiyatul Ulya telah pergi. Al-fatihah..

Hiba melihat wajah adik Sofiyatul Ulya ketika menanggung penderitaan.

Takziah diucapkan kepada Ust Mohd Faizol Endut dan keluarga atas pemergian anak perempuannya semalam akibat diserang penyakit jangkitan paru-paru sekian lama. Dan tahniah juga diucapkan kerana anakmu menanti menghulurkan tangan di syurga untuk menyambut kalian. Moga-moga Ust Faizol dan keluarga tabah atas musibah yang menimpa. Setiap yang bernyawa pasti akan merasai mati. Mudah-mudahan disebalik musibah dan ujian itu ada hikmatnya yang tersendiri.

Ingatlah wahai insan-insan, bahawasanya mati itu adalah satu perkara yang paling hampir dengan kita semua. Janganlah sama sekali kita lalai akan hasutan dunia yang 1001 macam jenis yang boleh menjerumuskan diri kita untuk membeli tiket ke neraka. Ingat firman Allah dalam al-Quran yang bermaksud "Setiap yang bernyawa pasti akan merasa mati.

Tidak ada seorang manusia pun yang tahu bilakah tarikh dan hari mati mereka. Sekiranya mereka tahu, tidak ada seorang pun yang berani untuk melakukan maksiat. Kalau kita lihat dunia sekarang ini khususnya di Malaysia yang paling hampir dengan kita, bermacam-macam masalah dan keruntuhan akhlak moral yang berlaku kepada rakyat sangat-sangat keterlaluan. Ada disana, kes buang anak, minum arak, sumbang mahram dan sebagainya kalau nak ditulis kat sini memang tak habis.

Namun begitu, fenonema yang berlaku sekarang ini masyarakat umum memandang ianya perkara biasa. Akan tetapi mereka tidak memikirkan bahawasanya perkara biasa itulah adalah tanggungjawab mereka. Kerana apa?? dalam satu hadis nabi menyebut "barangsiapa yang melihat akan kemungkaran, maka hendaklah dia mencegahnya dengan tangan, sekiranya tidak mampu maka dengan lidah, sekiranya tidak mampu maka dengan hati dan itulah selemah-lemah iman"

Oleh itu saya mengajak semua untuk sama-sama kita ingat akan kematian. Kerana nabi bersabda "orang yang sentiasa ingat akan mati, maka dia adalah orang yang cerdik". Jangan kamu fikir tiada siapa yang melihat akan setiap kelakuan kamu itu. Sesungguhnya Allah taala telah mengutuskan malaikat Roqib dan Atid untuk mencatat segala kebaikkan dan keburukkan kamu. Tiada ada alasan bagi kamu untuk mengelakkan diri ketika di hari pembalasan kelak. Oleh itu, sama-sama kita tingkatkan amalan dengan menunaikan segala kewajiban yang ditetapkan oleh Allah disamping menambahkan pahala untuk bekalan kita di padang mahsyar nanti.